Kuliner Pasar Ngasem menghadirkan harmoni rasa dan tradisi yang tumbuh dari denyut kehidupan masyarakat Yogyakarta.
Berada di kawasan kota lama yang berdekatan dengan Keraton dan Taman Sari, pasar ngasem ini menjadi ruang di mana cita rasa Jawa diwariskan secara tulus melalui jajanan pasar, wedangan hangat, hingga panganan rumahan yang menggambarkan kedalaman budaya sehari-hari.
Menelusuri kuliner Pasar Ngasem bukan sekadar mencicipi hidangan, melainkan menyentuh pengalaman yang lebih utuh: kehangatan warga, kesederhanaan yang anggun, dan kearifan lokal yang tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Daftar Isi
Informasi Dasar Pasar Ngasem
Pasar yang dahulu dikenal sebagai pusat perdagangan burung ini kini bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih modern tempat kuliner, UMKM, dan aktivitas komunitas tumbuh berdampingan dengan jejak tradisi Jawa.
Pasar Ngasem beroperasi setiap hari mulai 08.00–17.00 WIB, menawarkan suasana pagi yang lebih tenang dan sore yang lebih hidup. Beralamat di Jl. Ngasem, Patehan, Kraton, Yogyakarta, pasar ini mudah dijangkau dari Malioboro dalam waktu sekitar sepuluh menit.
Sebagai bagian dari lanskap budaya keraton, Pasar Ngasem tidak hanya menjadi ruang untuk mencicipi kuliner khas, tetapi juga titik masuk menuju pengalaman menyeluruh mengenai kehidupan masyarakat Jogja yang sarat harmoni dan nilai tradisi.
Kuliner Khas Pasar Ngasem

Kuliner Pasar Ngasem merekam jejak rasa masyarakat Yogyakarta Hidangan sederhana yang lahir dari tradisi, diolah dengan ketelatenan, dan disajikan tanpa kehilangan kehangatan khas dapur Jawa.
Berikut kuliner yang paling dikenal dan dapat dijadikan rujukan saat menjelajahi Pasar Ngasem:
Apem Beras
Kue bercita rasa manis lembut, dimasak perlahan di atas bara. bisa menjadi pembuka saat kulineran di pasar ngasem. Versi Apem beras Bu Wanti dikenal karena teksturnya yang halus dan aroma fermentasi yang khas.
Bakmi Jawa
Bagi pecinta kuliner hangat, Bakmi Jawa di sekitar Ngasem bisa jadi rekomendasi menghadirkan rasa gurih otentik, dimasak dengan anglo dan racikan bumbu tradisional yang khas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Bubur Krecek
Hidangan hangat yang memadukan bubur gurih dengan krecek pedas manis, menciptakan harmoni rasa yang sederhana namun menguatkan. Dua penjual Bu Sirep & Yu Ngademi yang paling legendaris mempertahankan rasa khas yang konsisten sejak puluhan tahun yang membuat pengunjung sering bernostalgia dengan rasa khasnya.
Carabikang
Kue berwarna-warni dengan bentuk mekar. Teksturnya yang lembut di luar namun sedikit renyah di tepinya yang dibuat secara dadakan yang terdiri dari macam macam rasa yang paling terkenal adalah milik carabikang Bu Kristi.
Jenang
Di pasar ngasem terdapat berbagai jenis jenang, mulai dari jenang gempol hingga jenang gurih manis, menjadi representasi kuliner berbasis beras yang kaya tekstur. Jenang paling terkenal disini adalah Jenang dari Yu Jumilah yang terkenal karena harga yang terjangkau dan enak.
Soto Ayam Kampung
Soto Ayam Kampung menjadi salah satu hidangan favorit di Pasar Ngasem. salah satu paling legend adalah Soto Ayam Kampung Pak Bejo dikenal karena kuahnya yang jernih namun kaya rasa, menggunakan ayam kampung dan racikan bumbu tradisional yang membuatnya ringan namun berkesan.
Wedang Ronde & Sendang Ayu
Perpaduan jahe hangat, ronde lembut, dan aroma rempah menghadirkan kenyamanan & kehangatan. Warung Wedang Sendang Ayu dari Bu Marsuwi dikenal berkat rasa seimbang yang menyegarkan yang bisa buat pengunjung balik lagi.
Jajanan Pasar Tradisional
Ragam jajanan tradisional ini memperlihatkan keberagaman kuliner pedesaan yang turut hidup di Pasar Ngasem. Klepon yang lumer, Kipo yang mungil, gatot dan tiwul yang bernuansa lokal hingga serabi kuah yang hangat semuanya menawarkan pengalaman kuliner yang menghargai kesederhanaan dan warisan lama.
Tips Berburu Kuliner di Pasar Ngasem
Untuk menikmati kekayaan rasa di Pasar Ngasem dengan lebih nyaman, Berikut panduan sederhana dapat membantu perjalanan kuliner menjadi lebih berkesan.
Datang pada waktu terbaik
Pagi hari menghadirkan suasana yang lebih tenang dan pilihan kuliner yang baru disiapkan. Sementara sore hari menawarkan atmosfer yang lebih hidup dan hangat.
Bawa uang tunai dalam pecahan kecil
Sebagian besar pedagang kuliner tradisional masih melayani transaksi sederhana, sehingga uang cash memudahkan proses pembelian
Mulai dari area plaza utama
Aroma jajanan pasar, kudapan hangat, dan kuliner tradisional banyak ditemukan di sekitar plaza dan deretan kios UMKM menjadi titik paling ideal untuk memulai eksplorasi.
Gunakan alas kaki yang nyaman
Area Pasar Ngasem terhubung dengan banyak titik wisata di sekitarnya, sehingga akan lebih leluasa menjelajah tanpa terburu-buru jika menggunakan alas kaki yang nyaman.
Akomodasi Terdekat

Setelah menelusuri ragam kuliner tradisional di Pasar Ngasem, pengalaman Anda akan terasa lebih lengkap dengan beristirahat di lingkungan yang nyaman dan dekat dengan pusat kota.
Malyabhara Hotel menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati city walk Yogyakarta dalam nuansa modern–kultural.
Berjarak hanya beberapa menit dari kawasan Malioboro dan akses mudah menuju Pasar Ngasem, hotel ini menghadirkan ruang inap yang hangat, fasilitas lengkap, serta atmosfer yang tenang selaras dengan karakter perjalanan budaya di jantung Yogyakarta.
Dengan lokasi strategis dan pelayanan khas Ambarrukmo, Malyabhara Hotel memungkinkan merasakan harmoni perjalanan: menjelajahi cita rasa lokal di siang hari, lalu kembali ke ruang istirahat yang nyaman dan menenangkan di malam hari.
Penutup
Kuliner Pasar Ngasem bukan sekadar ragam hidangan tradisional, tetapi cerminan harmoni budaya yang telah hidup berabad-abad di kawasan kota lama Yogyakarta. Setiap kudapan menyimpan cerita tentang tradisi, kebersahajaan, dan kehangatan masyarakatnya.
Menjelajahi pasar ini menjadi cara sederhana namun bermakna untuk merasakan denyut kehidupan Jogja yang autentik: perlahan, hangat, dan penuh keakraban.
Sumber referensi :
https://warta.jogjakota.go.id/detail/index/24206
https://jogja.idntimes.com/food/dining-guide/pasar-ngasem-jogja-c1c2-01-5fz5v-d8nktk