Candi Plaosan: Candi Kembar Yang Wajib Dikunjungi!

Candi Plaosan adalah salah satu kompleks candi di dekat Candi Prambanan yang menawarkan suasana lebih tenang dengan arsitektur terbuka dan khas. Berjarak sekitar 10–15 menit perjalanan, candi ini dikenal dengan dua bangunan utamanya yang saling berhadapan, menciptakan tampilan simetris yang menjadi daya tarik utama.

Ditambah latar sejarahnya yang berkaitan dengan Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani, Candi Plaosan dikenal sebagai destinasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam untuk dijelajahi.

Apa Itu Candi Plaosan?

Candi Plaosan
Candi Plaosan Sisi Samping l Source: Wikipedia

Candi Plaosan adalah kompleks candi Buddha yang dibangun pada abad ke-9 di wilayah Klaten, Jawa Tengah, dengan lokasi sekitar 1,5 km dari Candi Prambanan. Kompleks ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu Plaosan Lor di sisi utara dan Plaosan Kidul di sisi selatan, yang memiliki bentuk hampir serupa. 

Candi ini didirikan oleh Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya sebagai persembahan untuk permaisurinya, Pramodhawardhani dari Wangsa Syailendra, sehingga sering dimaknai sebagai simbol hubungan cinta sekaligus toleransi antara dua tradisi keagamaan.

Kisah Cinta di Balik Pembangunan: Raja Hindu Membangun Candi Buddha

Di balik kemegahan Candi Plaosan, terdapat cerita yang tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga hubungan personal yang membentuknya.

Pembangunan candi ini sering dikaitkan dengan kisah cinta sekaligus dinamika keagamaan pada masa Mataram Kuno. Kisah tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan mencerminkan bagaimana kekuasaan, kepercayaan, dan hubungan antar dinasti saling beririsan. 

Baca Juga :  Candi Prambanan: Kompleks Candi Hindu Terbesar di Indonesia

Berikut beberapa bagian penting dari cerita di balik pembangunan Candi Plaosan:

Pernikahan Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani

Pembangunan Candi Plaosan erat kaitannya dengan pernikahan antara Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu dan Pramodhawardhani dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha. 

Sebagai bentuk penghormatan sekaligus tanda cinta, Rakai Pikatan membangun kompleks candi Buddha untuk sang permaisuri.

Hal ini menjadi unik karena seorang raja Hindu justru mendirikan candi dengan latar kepercayaan yang berbeda dari keyakinannya.

Ironi Sejarah: Prambanan dan Plaosan

Pada periode yang relatif sama, Rakai Pikatan juga membangun Candi Prambanan sebagai pusat keagamaan Hindu. Kondisi ini menghadirkan ironi sekaligus keunikan sejarah, di mana dua kompleks candi besar, Hindu dan Buddha, dibangun dalam satu masa oleh figur yang sama, namun dengan tujuan yang berbeda.

Simbol Toleransi Beragama di Jawa Kuno

Keberadaan Candi Plaosan sering dimaknai sebagai salah satu simbol toleransi beragama yang telah ada sejak masa Jawa Kuno. Hubungan antara dua dinasti dengan latar kepercayaan berbeda tidak hanya menghasilkan aliansi politik, tetapi juga warisan budaya yang masih dapat dilihat hingga saat ini. Melalui Plaosan, terlihat bagaimana perbedaan keyakinan dapat berdampingan dalam satu konteks sejarah yang sama.

Plaosan Lor vs Plaosan Kidul: Apa Bedanya?

Candi Plaosan Lor
Candi Plaosan Lor l Source: Wikipedia

Kompleks Candi Plaosan terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Plaosan Lor di utara dan Plaosan Kidul di selatan. Meskipun sering disebut sebagai “candi kembar”, keduanya memiliki karakter yang cukup berbeda jika dilihat lebih dekat.

Untuk membantu Anda memahami perbedaannya sebelum berkunjung, berikut perbandingan singkat antara keduanya:

AspekPlaosan LorPlaosan Kidul
LokasiBagian utara kompleksBagian selatan (±500 m dari Lor)
UkuranLebih besar, dengan 2 candi utama kembarLebih kecil, didominasi stupa
KondisiLebih terawat, sebagian sudah dipugarLebih banyak berupa reruntuhan
ArcaKoleksi arca lebih lengkapMasih terdapat arca Buddha
AksesMudah dijangkauPerlu sedikit berjalan ke area dalam

Secara keseluruhan, keduanya saling melengkapi dalam satu pengalaman kunjungan. Plaosan Lor menawarkan struktur utama yang lebih utuh, sementara Plaosan Kidul memberikan gambaran yang lebih luas tentang kompleks candi.

Baca Juga :  Rute Candi Prambanan: Road Trip dari Yogyakarta via Kalasan 

Jika waktu memungkinkan, kunjungi keduanya dalam satu rangkaian perjalanan dengan durasi sekitar 1,5–2 jam untuk mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap.

Arsitektur dan Keunikan Visual Candi Plaosan

Arsitektur Candi Plaosan
Arsitektur Candi Plaosan l Source: Reading Borobudur

Arsitektur Candi Plaosan memiliki perpaduan bentuk yang tidak hanya simetris, tetapi juga berbeda dari kebanyakan candi di Jawa. Kompleks ini menawarkan visual yang kuat, mulai dari struktur utama hingga detail kecil yang tersebar di sekitarnya.

Keunikan inilah yang membuat Plaosan sering dianggap sebagai salah satu candi dengan karakter arsitektur paling khas di kawasan Prambanan.

Dua Candi Kembar: Simetri yang Langka

Salah satu ciri paling mencolok dari Plaosan Lor adalah keberadaan dua candi utama yang berdiri berdampingan dengan bentuk hampir identik.

Konsep simetri ini tergolong langka dalam arsitektur candi di Jawa, yang umumnya hanya memiliki satu bangunan utama sebagai pusat.

Beberapa karakter utama dari kedua candi ini:

  • Memiliki bentuk dan ukuran yang hampir sama (simetri visual)
  • Terdiri dari 2 lantai dengan struktur bertingkat
  • Memiliki 3 ruang utama di dalamnya
  • Tata ruangnya memiliki kemiripan dengan Candi Sari

Ratusan Stupa Kecil Mengelilingi Candi

Selain bangunan utama, area Plaosan juga dikelilingi oleh banyak struktur kecil yang menambah kompleksitas visualnya, yaitu:

  • Sekitar ±116 candi perwara kecil
  • Sekitar ±50 stupa yang tersebar di sekeliling area

Menariknya, tidak semua struktur ini telah dipugar sepenuhnya. Beberapa masih berupa tumpukan batu dengan nomor penanda, sehingga memberikan suasana yang cukup dramatis dan memberikan gambaran proses konservasi yang masih berlangsung.

Arca-Arca Buddha yang Masih Tersisa

Di dalam kompleks, Anda masih dapat menemukan beberapa arca Buddha yang berada di posisi aslinya. Arca-arca ini umumnya merupakan Dhyani Buddha dengan pose meditasi yang khas. Kondisinya relatif terjaga dibanding bagian lain, sehingga semakin memperkuat nuansa spiritual di area ini.

Baca Juga :  Memahami Makna Batik Kawung dalam Goresan Canting

Keberadaan arca ini memberikan konteks tambahan tentang fungsi religius candi sekaligus memperkaya pengalaman visual saat berkunjung.

Mengapa Plaosan Cocok untuk Fotografi?

Fotografi di Candi Plaosan
Candi Plaosan Tampak Depan l Source: Wikimedia Commons

Karena karakter visual Candi Plaosan yang lebih terbuka dan tidak terlalu ramai, candi ini menjadi salah satu spot fotografi yang menarik di kawasan timur Yogyakarta. Dibandingkan dengan candi lain di sekitarnya, suasana di Plaosan terasa lebih tenang sehingga memberikan keleluasaan dalam mengambil gambar.

Beberapa faktor berikut semakin mendukung Plaosan sebagai lokasi fotografi yang ideal:

Suasana Lebih Sepi dan Fleksibel

Dibandingkan dengan Candi Prambanan, suasana di Candi Plaosan terasa lebih tenang dan tidak terlalu padat. Kondisi ini memberikan keleluasaan dalam mengambil gambar tanpa terganggu keramaian, sehingga Anda dapat lebih leluasa menentukan framing dan sudut pengambilan foto 

Reruntuhan sebagai Foreground Dramatis

Di sekitar candi utama, terdapat banyak reruntuhan candi perwara yang belum sepenuhnya dipugar. Elemen ini dapat dimanfaatkan sebagai foreground untuk menghasilkan komposisi foto yang lebih dalam dan dramatis. Perpaduan antara struktur utama yang utuh dan batuan yang tersebar memberikan kontras visual yang menarik.

Pencahayaan Sore yang Ideal

Pada sore hari, cahaya matahari dari arah barat akan menyinari fasad timur candi secara langsung. Pencahayaan ini menciptakan bayangan yang lebih tegas dan tekstur yang lebih terlihat, sehingga cocok untuk menghasilkan foto dengan dimensi yang lebih kuat.

Tumbuhan Hijau di Antara Batu

Keberadaan tumbuhan hijau yang tumbuh di antara susunan batu memberikan kesan alami yang khas. Nuansa ini memberikan kesan seperti situs yang “baru ditemukan”, berbeda dengan area candi yang sudah lebih tertata seperti di Prambanan, sehingga hasil foto terasa lebih organik dan tidak terlalu formal.

Mengunjungi Candi Plaosan bukan hanya tentang melihat bangunan bersejarah, tetapi juga merasakan suasana yang lebih tenang dengan karakter visual yang berbeda dari candi lain di sekitarnya.

Dari arsitektur kembar yang simetris hingga detail kecil yang tersebar di seluruh kompleks, setiap sudutnya menawarkan pengalaman yang wajib untuk dijelajahi lebih jauh.

Jika Anda mencari destinasi yang tidak terlalu ramai namun tetap kaya akan cerita dan nilai visual, Candi Plaosan bisa menjadi pilihan yang tepat saat berada di kawasan Prambanan. Masukkan Candi Plaosan ke dalam itinerary Anda dan temukan sendiri pengalaman yang berbeda di setiap sudutnya.

Jangan lewatkan berbagai informasi terkini seputar wisata, budaya, dan event di Jogja bersama Ambarrukmo melalui Instagram @ambarrukmo atau kunjungi website resmi Ambarrukmo.

Share the Post:
OTHER STORIES
Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 oleh Wangsa Sanjaya
Candi Prambanan / Source: Visit Jawa Tengah

Rute Candi Prambanan dari Yogyakarta mengikuti jalur utama Jalan Solo yang menghubungkan pusat kota dengan koridor timur.

Candi Kalasan
Candi Kalasan adalah candi Buddha tertua di Yogyakarta yang memiliki inskripsi tahun pasti, yaitu 778 M, sehingga
Batik Kawung

Di antara ribuan mahakarya batik yang lahir dari kebudayaan Jawa,Batik Kawung adalah salah satu motif tertua. Dengan