Alun Alun Kidul Jogja: Filosofi, Informasi & Aktivitas Menarik!

Yogyakarta tidak pernah kehabisan cerita. Salah satu ruang publiknya yang paling ikonik adalah Alun Alun Kidul Jogja, tempat dimana filosofi tata ruang keraton yang mendalam berpadu sempurna dengan keramaian malam hari. 

Alun-Alun Kidul (150 x 150 meter) adalah pungkuran atau halaman belakang yang bersifat lebih privat. Dahulu, area ini berfungsi sebagai tempat latihan para prajurit.  Permukaan kedua alun-alun yang berhamparan pasir sendiri merupakan simbol dari samudra non-fisik, tempat manusia dapat menyucikan diri.

Filosofi Alun-Alun Kidul Yogyakarta

Alun alun kidul
Alun alun kidul | Source: Shutterstock

Alun-Alun Kidul dirancang dengan filosofi yang kaya. Terdapat lima ruas jalan di ketiga sisinya (dua di timur, dua di barat, satu di selatan) yang melambangkan Panca Indra manusia.

Ini adalah pengingat filosofis bahwa manusia harus mampu mengendalikan kelima indranya untuk mencapai ketenangan batin, sejalan dengan fungsi alun-alun sebagai tempat refleksi.

Filosofi Beringin Kembar ‘Supit Urang’ dan Mitos Masangin

Masangin | Alun alun kidul
Beringin Kembar Alun alun kidul | Source: Shutterstock

Daya tarik utama yang melegenda dari Alun alun kidul adalah sepasang pohon beringin berpagar (waringin kurung) di tengahnya, yang bernama Supit Urang. Di sinilah mitos “Masangin” berasal.  Mitos ini dipercaya sebagai sebuah tantangan, Bahwa yang dapat berhasil berjalan lurus dengan mata tertutup dari Sasono Hinggil menuju celah di antara kedua beringin, maka konon keinginan dan hajatnya akan terkabul.

Ragam Aktivitas Seru di Alun Alun Kidul Jogja

Saat sore menjelang, Alun-Alun Kidul bertransformasi menjadi pusat keceriaan publik. Berikut adalah berbagai aktivitas yang bisa Anda nikmati:

Baca Juga :  Taman Sari Jogja: Sejarah, Biaya, Rute, dan Tips Berkunjung

Mencoba Masangin

Masangin | Alun alun kidul
Masangin Alun alun kidul | Source: Unsplash – Leonanta Pramudya Kusuma

Aktivitas paling dicari tentu saja adalah mencoba mitos Masangin. Anda akan melihat banyak orang, baik wisatawan maupun lokal, mencoba peruntungan mereka.  Anda bisa menyewa penutup mata seharga beberapa ribu rupiah dan mencoba sendiri tantangan menarik ini. Terlepas dari berhasil atau tidak, aktivitas ini selalu mengundang tawa dan keseruan.

Berkeliling dengan Sepeda Hias

Sepeda Hias | Alun alun kidul
Sepeda Hias | Source: Shutterstock

Ketika malam tiba, pemandangan paling mencolok adalah barisan sepeda kendaraan hias atau odong-odong.  Sepeda-sepeda yang telah dimodifikasi menjadi bentuk mobil ini dihiasi lampu LED warna-warni dan dilengkapi sistem audio yang memutar musik kencang. Anda dapat menyewanya untuk satu atau dua putaran mengelilingi alun-alun, menciptakan pengalaman yang unik dan meriah.

Wisata Kuliner Malam 

Wisata Kuliner | Alun alun Kidul
Wisata Kuliner Alkid | Source: Shutterstock

Kunjungan ke Alkid tidak lengkap tanpa menikmati kuliner khasnya. Di sekeliling lapangan, berjajar warung-warung lesehan yang menggelar tikar. 

Anda bisa memesan Wedang Ronde (minuman jahe hangat dengan isian bola ketan), Jagung Bakar aneka bumbu, Gudeg atau berbagai jajanan dari angkringan. Ini adalah inti dari wisata kuliner malam di Alkid.

Nongkrong, Olahraga, dan Bersantai

Aktivitas di Alun alun Kidul
Aktivitas di Alun alun Kidul | Source: Tribunjogja

Alun-Alun Kidul adalah ruang publik yang sesungguhnya. Di pagi atau sore hari, area ini sering digunakan warga untuk olahraga seperti jogging atau bermain sepak bola. Saat malam tiba, suasananya berubah menjadi tempat nongkrong yang ideal.  Banyak orang sekadar duduk santai di atas tikar, mengobrol, dan menikmati suasana malam Yogyakarta yang khas.

Informasi Kunjungan Alun Alun Kidul

Bagi Anda yang berencana berkunjung, berikut adalah informasi praktis yang perlu Anda ketahui:

  • Jam Buka: Alun-Alun Kidul Yogyakarta terbuka untuk umum selama 24 jam. Namun, aktivitas seperti sepeda hias dan kuliner malam biasanya baru ramai setelah matahari terbenam, sekitar pukul 18.00 WIB hingga tengah malam.
  • Biaya Masuk: Tidak ada biaya masuk untuk menikmati area Alun-Alun Kidul, alias gratis.
  • Biaya Parkir: Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan resmi. Biaya parkir umumnya adalah Rp2.000 – Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 – Rp10.000 untuk mobil.
Baca Juga :  Mengenal Sejarah Malioboro, Simbol Budaya dan Kehidupan Jogja

Alun Alun Kidul Jogja adalah cerminan sempurna dari wajah Yogyakarta: sebuah ruang yang sarat akan filosofi luhur di siang hari, namun berubah menjadi denyut kehidupan yang hangat dan meriah di malam hari. Ia bukan hanya tempat untuk bersenang-senang, tetapi juga sebuah ruang refleksi yang terus hidup.

Jangan lewatkan berbagai informasi terkini seputar wisata, budaya, dan event di Jogja bersama Ambarrukmo melalui Instagram @ambarrukmo atau kunjungi website resmi Ambarrukmo.

Share the Post:
OTHER STORIES
kampung batik giriloyo

Kampung Batik Giriloyo, terletak di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, adalah sebuah destinasi wisata yang

Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo adalah salah satu destinasi yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Yogyakarta. Terletak di pusat

Kuliner Pasar Ngasem

Kuliner Pasar Ngasem menghadirkan harmoni rasa dan tradisi yang tumbuh dari denyut kehidupan masyarakat Yogyakarta.  Berada di

Pasar Ngasem

Terletak di jantung kawasan budaya Yogyakarta, Pasar Ngasem menawarkan pengalaman yang memadukan suasana pasar tradisional dengan jejak