Bentang Jiwa - Klowor Waldiyono

Menikmati Bentang Jiwa, Pameran Karya Klowor Waldiyono di GRAMM Hotel by Ambarrukmo

Klowor Waldiyono menggelar pameran tunggal bertajuk “Bentang Jiwa” di GRAMM Hotel by Ambarrukmo sepanjang September 2026. Pameran tersebut berlangsung mulai tanggal 3-30 September 2026 di area lobby dan juga SMARA Restaurant. Melalui pameran tersebut, Klowor ingin mengajak seluruh pengunjung untuk menyusuri perjalanan visual dalam membaca alam, budaya, perjalanan, dan pengalaman batin. 

Sosok Klowor Waldiyono dikenal sebagai pelukis yang bisa merespon keindahan alam dan segala sesuatu di dalamnya. Pameran Bentang Jiwa merupakan manifesto dari perjalanan artistiknya dalam melihat sebuah lanskap, tak hanya melalui apa yang tampak, tetapi juga melalui apa yang dirasakan.

Karya-karya yang ditampilkan oleh Klowor pada Pameran Bentang Jiwa adalah hasil lukisan sejak tahun 2005 hingga karya terbarunya. Beberapa karya bahkan tercipta dari kejadian-kejadian spontan saat mengamati sebuah objek ataupun lingkungan di sekitarnya. 

Dari Bentang Menuju Jiwa, Persembahan Spesial Klowor Waldiyono

Bentang Jiwa - Klowor Waldiyono
Klowor Waldiyono

Judul Bentang Jiwa berangkat dari pertemuan antara dua hal: bentang yang berada di luar diri dan bentang yang tumbuh di dalam diri. Bentang alam dapat berupa gunung, laut, pelabuhan, pepohonan, bunga, sumber mata air, maupun ruang-ruang budaya yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. 

Sementara bentang jiwa terbentuk dari perasaan, ingatan, harapan, pengalaman spiritual, kebahagiaan, ketenangan, bahkan perjalanan untuk memahami kehidupan. Dalam karya-karya yang ditampilkan, kedua bentang tersebut tidak berdiri sendiri. Alam menjadi pintu masuk untuk membaca kehidupan, sedangkan pengalaman batin menjadi cara untuk melihat kembali alam dengan perspektif yang lebih personal.

Kehadiran karya-karya dari tahun 2005 hingga karya-karya terbaru memperlihatkan bahwa Bentang Jiwa tidak hanya berbicara tentang hasil akhir, tetapi juga tentang perjalanan panjang sebuah proses berkesenian. Eksplorasi figur kucing pada periode awal, pengamatan langsung terhadap alam, ketertarikan pada lanskap budaya, hingga pengalaman spiritual dan ekologis menunjukkan bagaimana bahasa visual terus berkembang melalui pengalaman. 

Baca Juga :  Semarak Ulang Tahun Grand Ambarrukmo ke-6 dengan Gelar Pameran IBUDAYA

Bentuk dapat berubah, objek dapat berganti, namun kebutuhan untuk menemukan makna melalui proses melihat dan merasakan tetap menjadi benang merahnya. Pada akhirnya, Bentang Jiwa mengajak kita untuk melihat lukisan bukan hanya sebagai representasi suatu tempat atau objek, tetapi sebagai rekaman pengalaman. 

Gunung dapat menjadi ruang perenungan, laut menjadi simbol per jalanan, pelabuhan menjadi metafora perubahan, mata air menjadi pengingat tentang kehidupan, bunga menjadi tanda kesuburan, kucing menjadi bahasa tentang cinta dan kecantikan, sementara cahaya menjadi simbol harapan dan pencerahan.

Menjadikan GRAMM Hotel by Ambarrukmo sebagai Ruang Temu Seni

Bentang Jiwa - Klowor Waldiyono
Pameran Bentang Jiwa – Klowor Waldiyono

Kini, hotel tak hanya menjadi tempat untuk menginap ataupun rekreasi semata. Hotel mampu menjadi medium untuk membentuk koneksi antara ruang, seniman, komunitas, dan masyarakat. Bagi GRAMM Hotel by Ambarrukmo, seni merupakan denyut nadi Yogyakarta. Oleh karena itu, GRAMM Hotel mendukung berbagai seniman lintas disiplin untuk memberikan ruang bagi karya-karya mereka agar bisa dinikmati oleh audiens yang lebih luas.

Aris Retnowati selaku General Manager GRAMM HOTEL by Ambarrukmo mengatakan bahwa kehadiran sebuah karya seni di ruang hotel bukan sekadar menjadi bagian dari estetika ruang. Seni menghadirkan percakapan antara karya dan penikmatnya, antara seniman dan ruang, serta antara pengalaman personal dengan berbagai pengalaman yang dibawa oleh setiap pengunjung. Karena itu, kami percaya bahwa sebuah hotel dapat menjadi lebih dari sekadar tempat untuk tinggal; ia juga dapat menjadi ruang untuk bertemu, berbagi gagasan, dan mengalami sesuatu yang bermakna.

Share the Post:
OTHER STORIES
Nia Nanoka - Somewhere Blue - PORTA by Ambarrukmo

Seniman muda Nia Nanoka, menggelar pameran fotografi eksperimental bertajuk “Somewhere Blue” yang dibuka pada 12 September 2026

Arcadaz Bar

Ada banyak cara untuk menikmati malam yang menyenangkan di Yogyakarta. Arcadaz The Public Bar menawarkan sebuah pengalaman

Sultan Hamengkubuwono VII
Sri Sultan Hamengku Buwono VII adalah Sultan Yogyakarta yang memerintah Kesultanan Yogyakarta pada 1877–1921.
Event jogja oktober
Event Jogja Oktober 2026 menawarkan beragam agenda yang dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu selama berada di