Kuliner menjadi gerbang untuk mengenal budaya dan juga kearifan lokal sebuah daerah. Melalui program Wonderful Indonesia Gastronomy 2026, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar rangkaian wisata gastronomi di beberapa kota. Berkolaborasi dengan Indonesia Gastronomy Network (IGN), program ini menciptakan pengalaman yang autentik, dengan menghubungkan budaya, kuliner, pariwisata, serta para pelaku industri dalam satu ekosistem.
Melalui rangkaian kegiatan ini, WIG diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi gastronomi kelas dunia sekaligus mendorong promosi destinasi, pelaku usaha lokal, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Media/KOL Trip menjadi salah satu program unggulan dalam Wonderful Indonesia Gastronomy 2026. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia berkolaborasi dengan berbagai media nasional hingga internasional untuk menikmati beragam pengalaman bersantap di beberapa kota di Indonesia seperti Solo, Yogyakarta, Bali, dan Jakarta.

Royal Ambarrukmo berkesempatan untuk jadi bagian dalam Wonderful Indonesia Gastronomy saat berkunjung ke Yogyakarta pada 28 September 2026. Royal Ambarrukmo memperkenalkan salah satu program dari Ambarrukmo Atisomya yakni Ladosan Dhahar.
Program ini menghadirkan pengalaman bersantap yang terinspirasi dari warisan kerajaan dan tradisi Keraton Yogyakarta. Pada momentum Wonderful Indonesia Gastronomy, Royal Ambarrukmo merepresentasikan bagaimana pengalaman gastronomi berbasis kebudayaan di Yogyakarta. WIG 2026 menghadirkan beberapa Tastemakers, media lokal dan internasional seperti Forbes Travel Guide, La Liste, dan The World’s 50 Best, dan culinary expertise lainnya.
Menikmati Warisan Rasa melalui Ladosan Dhahar dalam Wonderful Indonesia Gastronomy

Merunut sejarahnya, Ladosan Dhahar merupakan tradisi menyajikan makanan yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta ke Raja dan juga seluruh keluarganya. Royal Ambarrukmo mengadaptasi budaya tersebut dengan menghadirkan beberapa menu favorit Sri Sultan Hamengku Buwono VII hingga Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Dahulu prosesi Ladosan Dhahar Kembul Bujana ini dilaksanakan pada acara- acara khusus di Keraton Yogyakarta, makanan yang disajikan untuk Sultan dibawa dalam sebuah kotak kayu yang ditandu oleh empat orang abdi dalem, kotak kayu yang disebut Jodhang diarak oleh seorang Abdi Dalem yang berjalan di depannya dengan memayungi Jodhang menggunakan payung kuning kerajaan (Songsong).

Ladosan Dhahar Kembul Bujana yang dilakukan di Royal Ambarrukmo ini dilakukan dengan perarakan yang dimulai dari dapur utama diarak memasuki Gadri atau Bale Kambang oleh tujuh petugas perempuan dan laki-laki. Sementara menu yang disajikan sangat eksklusif dalam sajian set menu dengan setidaknya sepuluh menu-menu kesukaan Raja-Raja dari era Sri Sultan Hamengkubuwono VII hingga IX, mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup.
Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bagian dari narasi yang dibawa oleh para peserta dalam memperkenalkan Yogyakarta sebagai destinasi yang memiliki kekayaan warisan gastronomi dan budaya yang unik.
Rasakan pengalaman bersantap otentik dengan Ladosan Dhahar bersama Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Pemesanan paket dapat dilakukan melalui reservasi di:
