Kompas petualangan Gateway of Java kali ini mengarah ke sisi selatan Yogyakarta, yang masih belum banyak dibicarakan. Kanigoro menjadi lokasi penjelajahan yang berada di Saptosari, Gunungkidul, dan terletak di antara bentangan panjang Geopark Gunung Sewu.
Gateway of Java bersama PORTA by Ambarrukmo melangsungkan agenda Open Trip “Experiencing Kanigoro” untuk mengajak lebih banyak mata melihat langsung panorama di sisi selatan Yogyakarta.
Daftar Isi

Agenda Open Trip “Experiencing Kanigoro” berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang berasal dari berbagai kota. Petualangan Kanigoro akan menjadi momen awal bagi Gateway of Java untuk mempopulerkan berbagai potensi wisata Yogyakarta agar dikenal dan diapresiasi oleh khalayak yang lebih luas.
Menjelajahi Tiap Sudut Kanigoro Secara Lebih Dekat

Perjalanan menuju Kanigoro ditempuh sekitar 1,5–2 jam dari pusat kota Yogyakarta. Kanigoro masuk ke dalam kawasan Geopark Gunungsewu—salah satu dari daftar Global Geopark Network yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2015. Geopark Gunung Sewu adalah kawasan pegunungan karst tropis berusia ribuan tahun seluas 1.802 km².
Pada Open Trip “Experiencing Kanigoro”, peserta diajak untuk menelusuri 7 kawasan pantai, yaitu Midodaren, Ngrawah, Bopeso, Torohudan, Ngrenehan, Ngobaran, dan Nguyahan sembari menikmati kearifan lokal yang ada. Kanigoro dipilih menjadi destinasi open trip karena Ambarrukmo melihat kawasan Gunungkidul memiliki banyak potensi untuk merespons tren wisata yang lebih personal.
Gateway of Java dan PORTA by Ambarrukmo bekerja sama dengan BUMDes Kanigoro untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk belajar dan memahami budaya lokal.
Dibandingkan dengan hingar-bingar perkotaan Yogyakarta, Kanigoro menawarkan sisi yang menenangkan, jauh dari hiruk-pikuk kota. Kehidupan pesisir di area Kanigoro mempunyai keberagaman yang tak terhitung. Lewat agenda wisata ini, publikasi dapat terbentuk secara organik melalui pengalaman berpetualang yang dirasakan secara langsung.
Pesona Kanigoro Gunungkidul Lewat Alam, Budaya, dan Kearifan Lokal
Kanigoro, Gunungkidul, memiliki potensi yang berlimpah untuk menjadi ikon destinasi wisata baru di Yogyakarta. Sepanjang menyusuri trek di Kanigoro, banyak kearifan lokal yang bisa ditemui. Siapa pun akan merasakan rasa “guyub” di masyarakat setempat yang saling lebur menjadi satu, dengan toleransi yang tinggi.
Kanigoro memberikan sebuah memori hangat yang tak terlupakan. Misi Ambarrukmo melalui Open Trip “Experiencing Kanigoro” adalah menciptakan kompas baru bagi tren wisata di Yogyakarta. Kanigoro mungkin satu dari sekian banyak tempat lain yang menunggu untuk dijelajahi dan dikenalkan kepada lebih banyak pasang mata.
Budaya, alam, dan sumber daya manusia di Kanigoro mampu membentuk ekosistem pariwisata yang berkelanjutan di Yogyakarta. Keberagaman yang ada di Gunungkidul menjadikan Gunungkidul sebagai permata yang harus dijaga.
Kolaborasi Spesial dalam Experiencing Kanigoro
Perjalanan “Experiencing Kanigoro” semakin berwarna berkat dukungan dari Fujifilm, Unstoppable Culture, dan Hijack Sandals. Pada agenda kali ini, seluruh momen keseruan open trip diabadikan dengan apik menggunakan kamera Fujifilm, sekaligus berkesempatan mencoba Fujifilm Mini Evo Cinema.



Sepanjang perjalanan, Gateway of Java dan PORTA menghadirkan banyak aktivitas interaktif yang membuat para peserta beruntung mendapatkan buah tangan spesial, yaitu beberapa katalog produk dari Fujifilm, Hijack Sandals, dan Unstoppable Culture.

Seperti yang diketahui, Hijack Sandals dan Unstoppable Culture adalah jenama lokal Indonesia yang meluncurkan banyak produk dalam kategori lifestyle. Hadirnya Hijack Sandals dan Unstoppable Culture tentu membuat agenda Open Trip “Experiencing Kanigoro” semakin berkesan bagi para partisipan.

Ambarrukmo melalui Gateway of Java akan terus menghadirkan cara untuk mempromosikan potensi wisata serta keindahan budaya, alam, dan sejarah di Yogyakarta dan Nusantara. Seluruh keseruan agenda Open Trip “Experiencing Kanigoro” dapat disaksikan melalui video berikut: