Buku Ambarrukmo Jatidiri dan Kebanggaan Negeri

Dokumentasi Sejarah dalam Buku “Ambarrumo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeriā€

Buku ā€œAmbarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeriā€ resmi diluncurkan pada Selasa, 21 Juli 2026 di Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo. Buku ini merupakan langkah strategis dalam melestarikan situs cagar budaya, yaitu Pesanggrahan Ambarrukmo yang sudah berdiri sejak abad ke-17. Buku Ambarrukmo ditulis oleh Mikke Susanto dan Sri Margana yang merupakan akademisi yang telah lama berkecimpung dalam dunia seni serta sejarah Indonesia.

Sebagai upaya melestarikan warisan budaya, Ambarrukmo menghadirkan buku ini untuk mendokumentasikan jejak sejarah Yogyakarta sekaligus perjalanan panjang situs Ambarrukmo yang telah berusia ratusan tahun. Buku ini diharapkan menjadi arsip berharga bagi siapa saja yang ingin mengenal dan menyelami kekayaan budaya Yogyakarta secara lebih mendalam.

Peluncuran Buku Ambarrukmo Hadirkan Agenda Diskusi Budaya

Buku Ambarrukmo Jatidiri dan Kebanggaan Negeri
Diskusi Budaya bersama Rendra Agusta, Sri Margana, dan Ayu Rianna

Agenda peluncuran Buku ā€œAmbarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeriā€ berkolaborasi dengan Mojok, menghadirkan diskusi budaya bersama penulis buku, Sri Margana, serta sejarawan Rendra Agusta (Srradha Institute), yang dipandu oleh Ayu Rianna. 

Pada sesi diskusi, kedua narasumber memaparkan proses panjang pembuatan buku. Proses riset buku dilakukan selama beberapa tahun oleh Mikke Susanto dan Sri Margana dengan mengumpulkan berbagai bukti primer serta melakukan beragam wawancara dengan para sumber terkait.

Buku Ambarrukmo Jatidiri dan Kebanggaan Negeri
Sambutan dari Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M. Arch., Ph.D.

Turut hadir pada sesi peluncuran buku, yaitu Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M. Arch., Ph.D., yang dikenal sebagai ahli terkemuka dalam bidang arsitektur dan kebudayaan, serta berbagai tamu undangan lainnya dari lintas disiplin seni, sehingga suasana semakin hangat.

Baca Juga :  Kick Off Meeting Ambarrukmo Group 2025: Meningkatkan Sense of Belonging untuk Kesuksesan Bersama

Buku ini tidak hanya membahas sejarah. Ada beberapa lingkup lain yang juga dibahas, seperti arsitektur, budaya, serta relevansi Ambarrukmo dengan dunia modern saat ini. Sejarah Ambarrukmo sebagai pesanggrahan sangat melekat pada identitas budaya Yogyakarta secara umum.

Pada tahun 1960, Pesanggrahan Ambarrukmo memasuki babak baru. Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno mencanangkan proyek nasional menggunakan dana pampasan Jepang untuk membangun berbagai infrastruktur dan hotel berskala internasional. Salah satu area yang terpilih yakni kawasan Ambarrukmo, dengan mendirikan ā€œAmbarrukmo Palace Hotelā€ tepat di sebelah timur Pesanggrahan (kini menjadi Royal Ambarrukmo Yogyakarta).

Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri

Dalam buku ini, tertulis bahwa Pesanggrahan Ambarrukmo—atau Kedhaton Ambarrukmo —menjadi saksi bisu tentang kebangkitan Yogyakarta pada era perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada era kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Ambarrukmo mengalami beberapa kali peralihan fungsi seiring dengan kondisi geopolitik pada masa itu.

Buku Ambarrukmo akan membawa Anda menjelajahi waktu dan kembali ke masa lalu dengan mengupas tuntas segala aspek di dalamnya. Selain itu, di dalam buku juga terselip cerita perjalanan Ambarrukmo yang akhirnya bertransformasi menjadi entitas modern dan menjadi cikal bakal terbentuknya Ambarrukmo Group.

Lebih Dekat dengan Buku Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri

Buku Ambarrukmo Jatidiri dan Kebanggaan Negeri
Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri

Buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang Ambarrukmo sebagai kawasan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan sejarah kebudayaan, kepemimpinan, dan kepariwisataan Yogyakarta. Melalui sejarah asal-usulnya, peran Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Presiden Sukarno, hingga lahirnya Hotel Ambarrukmo, terangkai jejak masa lalu yang membentuk warisan nasional bernilai tinggi. 

Pembaca juga akan mengenal Royal Ambarrukmo Yogyakarta sebagai ruang yang memadukan koleksi seni, kearifan lokal, museum, dan layanan kelas dunia dalam harmoni yang tetap menghormati akar budayanya. Buku ini cocok untuk mereka yang dekat dengan dunia pariwisata, sejarah, arsitektur, seni dan pesona budaya yang ada di Yogyakarta. Dengan merasakan keindahan dan memahami maknanya, pembaca turut menjaga warisan Kedaton Ambarrukmo agar tetap lestari selamanya.

Baca Juga :  Keindahan Arsitektur Pendopo Kedhaton Ambarrukmo, Mempertahankan Keaslian Abad 18

Buku Ambarrukmo diterbitan oleh Kompas Gramedia dengan spesifikasi buku sebagai berikut:

  • Ukuran Buku : 25 x 30 cm
  • Jumlah Halaman : 248 halaman – Book Paper 90 gr
  • Berat Buku : 1,3 kg
  • Sampul : Hard Cover + Book Jacket
  • Harga Buku : Rp850.000

Pembelian Buku Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri dapat dilakukan melalui bit.ly/BukuAmbarrukmo atau dengan datang langsung ke Mirunggan Gallery (Lobby Floor – Royal Ambarrukmo Yogyakarta).

Share the Post:
OTHER STORIES
Jogja brand and business award 2026

Ajang penghargaan Jogja Brand & Business Awards 2026 (JBBA) sukses digelar pada 15 Juli 2026 di Royal

Sri Paku Alam VIII
Sri Paku Alam VIII adalah pemimpin Kadipaten Pakualaman yang bersama Sri Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan dukungan kepada
Gedung Agung Yogyakarta
Gedung Agung Yogyakarta adalah Istana Kepresidenan yang menyimpan jejak penting sejarah Republik Indonesia
KH Ahmad Dahlan
KH Ahmad Dahlan adalah ulama dari Kauman Yogyakarta, pendiri Muhammadiyah, dan salah satu tokoh penting dalam sejarah